Sabtu, 04 Agustus 2012

Ternyata Celana Jeans Berdampak bagi Lingkungan


Wow… betapa menyenangkannya mengenakan sepasang celana jeans.. bagi penyuka jeans, pasti tau betul nilai plus yang didapatkannya bila memakai celana jeans. Keliatan modis, berjiwa muda, gaul, dsb.. apalagi pengikut tren fashion, mengikuti model celana jeans yang selalu berubah-ubah merupakan suatu keharusan kalo gak mau dibilang ketinggalan jaman.

Pernahkah terpikir, bagaimana sih proses pembuatan celana jeans? Asal tau saja, prosesnya tidak sesederhana pembuatan pakaian lainnya. Bahkan bagi pabrik jeans terkemuka di dunia, sepasang celana jeans bisa berkelana dari satu negara ke negara lainnya dalam proses pembuatannya. Misalnya, penanaman kapas sebagai bahan baku jeans di India atau Pakistan, lalu penjahitannya di pabrik yang terletak di Tunisia.
Yang bikin penasaran adalah, bagaimana sepasang celana jeans bisa terlihat belel, yang keliatan keren itu? Hmm…mari kita cari tau prosesnya, secara umum saja, dan dampaknya bagi bumi kita..

Industri jeans memerlukan kapas, dan dalam jumlah besar dan cepat. karena itu diperlukan insektisida, herbisida dan pupuk dalam jumlah besar. Juga diperlukan air dalam jumlah besar pula, karena tanaman kapas butuh air yang sangat banyak.

Pemberian warna atau dyeing. Benang untuk bahan denim diwarnai dulu sebelum dipintal, biasanya dengan warna indigo/biru tua. Dan ini dilakukan beberapa kali, lalu dilapisi dengan bahan yang membuatnya lebih kuat, sebelum akhirnya dipintal bersama dengan benang tanpa warna. Setiap tahun, ratusan ton bahan pewarna indigo digunakan untuk proses ini, makin gelap jeansnya, makin banyak pewarna yang digunakan.
Pemintalan. Ini juga butuh energi yang banyak dan murah, dan dalam proses ini, bahan kimia juga banyak digunakan. Dalam proses akhirnya, bahan akan 'digosok' supaya benang yang longgar dan bahan pelapisnya hilang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar